Perkembangan dimulai pada tahun 1982, saat Conference of European Posts and Telegraphs (CEPT) membentuk kelompok belajar yang disebut Groupe Spécial Mobile (arti inisial GSM). Kelompok tersebut mempelajari dan mengembangkan sistem selular publik pan-Eropa dalam frekuensi 900 MHz, menggunakan spectrum yang telah ditempatkan terlebih dahulu.
Pada waktu itu, terdapat beberapa sistem selular analog yang berlainan di beberapa negara Eropa. Beberapa criteria dasar untuk sistem yang mereka ajukan adalah:
1) Kualitas bicara subyektif yang baik
2) Biaya servis dan terminal yang rendah
3) Membantu untuk international roaming
4) Kemampuan untuk menyangga terminal genggam
5) Membantu untuk jarak servis baru dan fasilitas
6) Efisiensi spectral
7) Kompatibilitas ISDN
Pada tahun 1989, tanggung jawab GSM dialihkan ke European Telecommunication Standars Institute (ETSI), dan rekomendasi tahap I diumumkan pada tahun 1990. Pada waktu itu, Inggreris meminta spasifikasi berdasarkan pada GSM tetapi untuk berat jenis pemakai yang lebih tinggi dengan tenaga stasion bergerak yang kecil dan bekerja pada 1.8 GHz. Spesifikasi untuk sistem ini disebut Digital Cellular System (DCS1800) yang dipublikasikan pada tahun 1991. Operasi komersial jaringan GSM dimulai pada pertengahan 1991 di negara-negara Eropa. Pada awal tahun 1995, ada 60 negara dengan operasional atau rencara jaringan GSM di Eropa, Timur Tengah, Timur Jauh, Australia, Africa, dan Amerika Selatan dengan total lebih dari 5.4 juta pelanggan.

0 komentar