PENDIDIKAN NASIONAL
Setiap bangsa meemiliki sistem pendidikan nasional. Pendidikan nasional masing-masing bangsa berdasarkan pada dan dijiwai oleh kerbudayaannya. Kebudayaan tersebut sarat dengan nilai-nilai yang tumbuh dan beerkembang melalui sejarah sehingga mewarnai gerak hidup suatu bangsa.
Sistempendidikan nasional disususun berlandaaskan kepada k,j,dayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pada Pancasila dan Undangundang 1945 sebagai kristalisasi nilai-nilai hidup bangsa indonesia. Penyelenggaraan sistem pendidikan nasional disusun sedemikian rupa, meskipun secara garis besar ada persamaan dengan sistem pendidikan nasional bangsa lain, sehingga sesuai dengan kebutuhan akan pendidikan dari bangsa indonesia yang secara geografis,demografis, historis, dan kultural berisi khas.
A. Kelembagaan, program dan pengelolaan pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan masa yang akan datang. Pendidikan naasional indonesia adalah pendidikan yang berakar paada kebudayaan bangsa indonesia dan berdaasarkan kepada pencapai tujuan pembangunan nasional indonesia ( SISDIKNAS ) merupakan satu kesatuan yang terpaadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang saling berkaitan untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional.
Sistem pendidika diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta dibaawah tanggung jawab menteri pendidikan dan kebudayaan dan menteri lainya, seperti pendidikan agama oleh meteri agama, AKABRI oleh menteri pertahanan dan keamanan. Penyelenggaraan sistem pendidikan nasional dilaksanakan oleh bentuk-bentuk kelembagaan besderta program-programnya. Butir-butir berikut ini akan membahas akan kedua hal tersebut.
1. kelembagaan pendidikan
berdasarkan undang-undang RI No.2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional, kelembagaan pendidikan dapat dilihat dari segi jalur pendidikan dan program serta pengolahan pendidikan.
a. jalur pendidikan
penyelenggraan SISDIKNAS dilaksanakan melalui dua jalur yaitu jalur pendidkan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah yang sering disingkat dengan PLS.
1) jalur pendidikan sekolah
jalur pendiddikan sekolah aadalah pendidikan yang diselenggarakan disekolah melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan ( pendidikan dasar, pendidikann menengah, dan pendidikan tinggi ). Sifat formal diatur berdasarkan ketentun-ketentuann pemerintah mempunyai keseragaman pola yang bernasional.
2) jalur pendidikan luar sekolah
jalur pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang bersifat kemasyarakatan yang diselenggarakan diluar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak berjenjang dan tidak berkesinambungan seperti : kepramukaan, berbagai kursus dan lain-lain. PLS memberikan kemungkinan perkembangan sosial, kultural,seperti bahasa dan kesenian, agama, dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan oleh anggota masyarakat untuk mengembangkan dirinya dan membangun masyarakat. Pendidikan luar sekolah sifatnya tidak formal dalam arti tidak ada keseragaman pola yang bersifat nasional.modelnya sangat beragam.
b. jenjang pendidikan
adalah suatu tahap dalam pendidikan berkelanjutan yang ditetapkan berdasarkan tingkat peerkembangan peserta didik serta keleluasan dan kedalaman bahan pengajaran ( UU RI No. 2 tahun 1989 bab1, pasal 1 ayat 5 ). Sebagai persiapan untuk memasuki pendidikan dasar diselenggarakan kelompok belajar yang disebut pendidikan pendidikan prasekolah ( UU RI No.4 tahun 1989 bab V pasal 2 ). Pendidikan prasekolah belum termasuk jenjang pendidikan formal tetapi baru merupakan kelompok sepermainan yang menjembatani anak antara kehidupanya dalam keluarga dengan sekolah.
1) jenjang pendidikan dasar
pendidikan dasar diselenggarakan agar memberikan bekal dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat berupa pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan dasar. Disamping itu juga berfungsi mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah.
UU RI No.tahun 1989 menyatakan dasar dan wajib belajat pada pasal 14 ayat 1 bahwa “ warga negara yang berumur 6 tahun berhak mengikuti pendidikan dasar.dan ayat 2 menyatakan bahwa “ warga negara yang berumur 7 tahun berkewajiban mengikuti pendidikan dasar atau pendidikan yang setara sampai tamat”. Daalam pengertian setara ini termasuk juga pendidika luar biasa, pendidikan keagamaan dan atau pendidikan luar sekolah.
2) jenjang pendidikan menengah
pendidikan menengah yang lamanya tiga ahun sesudah pendidikan dasar diselenggarakan di SLTA atau satuan pendidikan yang sederajat. Pendidikan menengah dalam hubungan kebawah berfungsi sebagai lanjutan dan perluasan pendidikan dasar dan dalam hubungan keatas mempersiapkan peerta didik untuk mengikuti pendidikan tinggi maupun memasuki lapangan pekerjaan.
Pendidikan menengah terdiri atas pendidi menengah umum, pendidikan menengah kejuruan dan pendidikan menengah luar biasa, pendidikan menengah kedinasan dan menengah pendidikan menengah keagamaan.
3) jenjang pendidikan tinggi
pendidikan tinggi adalah kelanjutan pendidikan menengah yang disiapkan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota yang menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan atau menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kesenian.
Untuk dapat mancapai tujuan tersebut lembaga pendidikan tinggi melaksanakan misi “RIDHARMA” pendidikan yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam ruang lingkup tanah air indonesia sebagai kesatuan lingkungan willayah pendidikan nasional. Pendidikan tinggi juga berfungsi sebagai jembatan antara pengembangan bangsa dan kebudayaa nasional dengan perkembangan internasional.
Satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi disebut perguruan tinggi yang dapat berbentuk akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas.
Akademi adalah perguruan tinggi yang menyelengarakan pendidikan terapan dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan teknologi dan kesenian tertentu.
Politeknik adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus.
Sekolah tinggi adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau profesional dalam satu disiplin ilmu atau bidang tertentu.
Institut adalah perguruan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau profesional dalm sekelompok disiplin ilmu yag sejenis.
Universitas adalah perguruan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas ayng menyelengarakan pendidikan akademik dan atau profesional dalam sejumlah disiplin ilmu tertentu.
Pendidikan yang bersifat akademik dan pendidikan profesional memusatkan perhatian terutama pada usaha penerusan, pelestarian, dan pengembangan peradaban, ilmu, dan teknik sedangkan pendidikan yang bersifat profesioonal memusatkan perhatian pada usaha pengolahan peradaban serta penerapan ilmu dan teknologi.
2. program dan pengelolaan pendidikan
a. jenis program pendidikan
adalah pendidikan yang dikelompokan sesuai dengan syarat dan kekususan tujuannya. ( UU RI No.2 tahun 1989 bab 1 ayat 4 no2 tahun 1989 )
1. pendidikan umum
adalah pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dengan pengkhusususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan. Pendidikan umu berfungsi sebagai acuan umum bagi jenis pendidikan lainnya. Contohnya adalah SD, SMP, SMA dan UNIVERSITAS.
2) pendidikan kejuruan
adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik agar dapat bekerja pada bidang pekerjaan tertentu seperti : bidang teknik, perhotelan, SMK, SMEA, dan lain – lain
3) pendidikan luar biasa
adalah pendidikan khusus yang diselenggrakan untuk peserta didik yang menyandang kelainan fisik dan atau mental.
4) pendidikan kedinasan
adalah pendidikan khusus yang diselengarakan untuk meningkatkan kemampuan dalam pelaksaaan tugas kedinasan bagi pegawai atau pegawai suatu departemen pemerintah aatau pegawai pemerintah nondepartemen. Contoh : SPK ( sekolah perawat kesehatan )
5) pendidikan keagamaan
adalah kegiatan khusus yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat melaksanakan peranan yang menuntut penguasaaan penugasan khusus tentang ajaran agama. Pendidikan kegamaan terdiri dari tingkat pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tingi.
b. kurikulum program penddidikan
konsep pendidikan naasional direalisir melalui kurikulum yang memberi bekal pengetahuan sikap dan keterampilan kepada peserta didik.
Makana tersebut tersirat dari makna kata dan deskripsi kurikulum yang diberikan oleh para ahli. Istilah kurikulum awal mulanya dari dunia olah raga pada zaman yunanai kuno. Curir dalam bahasa yunani kunoberarti “pelari” dan curere artinya “ tempat berpacu “. Dan kemudian kurikulum diartikan “ jarak yang harus ditempuh oleh pelari”( nana sujana,1989: 4 ). Berdasarkan rumusan kurikulum dianalogikan sebagai arena tempat peserta didik berlari untuk mencapai finis berupa ijasah, diploma atau gelar ( Zais, 1976 yang dikutip oleh muhammad ansyar dan h. Nurtain, 1992 :7 )
Selanjutnya desripsi yang diberikan oleh beberapa penukis kurikulum diartikan sebgai :
o sepereangkat mata pelajaran dan materi pelajaran yang terorganisir ( Hyemen, 1973 )
o rencana kegiatan untuk menentukan pengajaran( Macdonald, 1965 )
o rencana untuk membelajarkian peserta didik ( Taba , 1962 )
o pentalaman belajar ( krug dan edward A.1956 )
Dalam hubungannya dengan pembangunan nasional kurikulum pendidikan nasional mengisi upaya mengisi pembentukan sumberdaya manusia untuk pembangunan.. dalam hal ini kurukulum mengandung dua aspek yaitu :
aspek kesatuan nasional yang memuat unsur-unsur penyatuan bangsa
aspek sosial yang memuat sifat-sifat kekhasan daerah baik yang berupa unsur budaya sosial maupun lingkungan alam yang menghidupkan sifat kebhinekaan daan merupakan kekayaan nasional.
UU RI No. 1989 pasal 38 ayat 1 menyatakan adanya dua aspek nasional dan lokal itu sebagai berikut : “ pelaksaaan kegiatan pendidikan dalam suatu satuan pendidikan didasarkan atas kurikulum yang berlaku secara nasional dan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan serta kebutuhan lingkungan dan cirikhas suatu pendidikan yang bersangkutan .” kedua macam aspek kurikulum tersebut akan dikemukakan dalam uraian berikut.
1) Kurikulum nasional
tujuan pendidika nasional didalam UU RI No.2 tahun 1989 pasal 3 yaitu :
a. terwujudnya bangsa yang cerdas
b. manusia yang utuh, beriman, dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa
c. berbudi pekerti luhur
d. terampil dan berpengetahuan
e. sehat jasmani dan rohani
f. berkepribadian yang mantap dan mandiri
g. bertanggung jawab pada kemasyarakatan dan kebangsaaan
ini berarti bahwa tujuan pendidikan nasional itu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kurikulum masing-masing satuan pendidikan. Kaitan antara tujuan pendidikan nasional dengan tujuan satuan pendidikan tersebut dapat bdilihatb dalam bagan berikut :
kurikulum menjembatani tujuan tersebur dengan praktek pengalaman belajar rill dilapangan atau disekolah. Dala hubungan ini, Soedijarto merinci kurikulum atas lima tingkatan :
1) tujuan institusional yang mengembangkan berbagai kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik dari suatu sisitem pendidikan.
2) Kerangka materi yang memberikan gambara dari bidang-bidang pelajaran yang perlu dipelajari peserta didik untuk menguasai serangkaian kemampuan yang disebut struktur pendidikan nasional.
3) Garis besar materi dari suatu bidang pelajaran yang telah dipilih ( GBPP / SILABI )
4) Paaduan dan buku-buku pelajaran yang disusun untuk menunjang terjadinya proses pembelajaran
5) Bentuk dan jenis kegiatan pembelajaran yang dialami oleh peserta didik yatu strategi beljar mengajar.
Pasal 38 ayat 2 menyatakan : “ kurikulum yang berlaku secara nasional ditetapkan oleh materi ataun menteri lain atau pimpinan lembaga pemerintahan nondepartemen berdasarkan pelimpahan menteri. Dari uraian tersebut jelas bahwa yang dimaksud dengan kurikulum nasional itu adalah kurikulum yang mengandung ciri-ciri :
o Diberlakukan sama pada setiap macam satuan pendidikan yanh nada di eluruh indonesia
o Ditetapkan oleh para menteri
o Tujuannya adalah untuk menggalang kesatuan nasional dan pengendalian mutu pendidikan secara nasional
2). Kurikulum pendidikan nasional
a) latar belakang
kenyataan menunjukan bahwa setiap, daerah diwilayah tanah air indonesia memiliki cirikhas mengenai adat istiaaaadat tata cara dan krama pergaulan, kesenian, bahasa, lisan maupun tulisan.
Kesungguhan pemerintah dalam merealisasikan pemikiran mengenai muatan lokal mulai dari sekolah dasar diwujudkan dalam keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan RI No.0412/U/1987 tanggal 11 juli 1987 tentang penerapan muatan lokal sekolah dasar. Kemudian disusul dengan penjabaran pelaksanaanya dalam keputuan direrktur jendral pendidikan dasar dan menengah No.173/c/kep/M/87 tanggal 7 oktober 1987.” Dalam hal ini harus bahwa adanya muatan lokal dalam kurikulum bertujuan agar anak terjerat dalam lingkungannya semata-mata. Semua anak sekolah berhak mendapat kesempatan guna lebih terlibat dalam mobilitas yang melampaui batas lingkungannya sendiri.
b) pengertian muatan lokal
Muatan adalah program pendidikan yang isi dan media penyampaianya dikaitkan dengan lingkungan alam, sosial, dan lingkungan budaya serta kebutuhan daerah.
Yang dimaksud isi adalah materi pelajaran yang dipilih dari lingkungan dan dijadikan program untuk dipelajari oleh murid dibawah bimbingan guru guna mencapai muatan lokal. Sedangkan media penyampaian adalah metode dan berbagai alat bantu pembelajaran yang dilakukan dalam menyajikan isi muatan lokal.
Yang dimaksud lingkungan alam adalah linkungan biotik, dan abiotik.lingkungan sosial dalam pola kehidupan tertentu didaerah adalah lembaga-lembaga dan peraturan masyarakat pada tempat tingal murid.
c) tujuan muatan lokal
tujuannya dalam kurikulum SD dapat dilihat dari segi kepentingan nasional dan kepentingan peserta didik. Adlam hubungannya dalam kepentingan nasional muatan lokal dapat :
( 1 ) melestarikan dan mengembangakan kebudayaan yangn khas daerah
(2) mengubah nilai dan sikap masyarakat terhadap lingkungan kearah positif
dari sudut pandang peserta didik muatan lokal dapat :
1) Meningkatkan peserta didik terhadap lingkungannya
2) Mengakrapkan peserta didik dengan lingkungannya sehinga mereka tidak asing bagi lingkungan sekitarnya.
3) Menerapkan pengetahua dan keterampilan yang dipelajari untuk memecahkan masalh yang ditemuka dilingkungan sekitarnya.
4) Memanfaatka sumber belajar yang kaya yang terdapat dalam lingkungannya
5) Mempermudah peserta didik menyerap mereka materi pelajaran.
d) model-model perencanaan pendidikan
Beberapa model perencanaan pendidikan yang patut diketahui, antara lain:
a. Model Perencanaan Komperehensif
Model ini terutama digunakan untuk menganalisis perubahan-perubahan dalam system pendidikan secara keseluruhan. Di samping itu berfungsi sebagai suatu patokan dalam menjabarkan rencana-rencana yang lebih spesifik kearah tujuan-tujuan yang lebih luas
b. Model Target Setting
Model ini diperlukan dalam upaya melaksanakan proyeksi ataupun memperkirakan tingkat perkembangan dalam kurun waktu tertentu. Dalam persiapannya dikenal:
1. Model untuk menganalisis demografis dan proyeksi penduduk
2. Model untuk memproyeksikan enrolmen( jumlah siswa terdaftar ) sekolah
3. Model untuk memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja
c. Model Costing dan keefektifan biaya
Model ini sering digunakan untuk menganalisis proyek-proyek dalam criteria efisien dan efektifitas ekonomis. Dengan model ini dapat diketahui proyek yang paling fleksibel dan memberikan suatu perbandingan yang paling baik di antara proyek-proyek yang menjadi alternative penanggulangan masalah yang dihadapi. Penggunaan model ini dalam pendidikan didasarkan pada pertimbangan bahwa pendidikan itu tidak terlepas pada pertimbangan bahwa pendidikan itu tidak terlepas dari masalah pembiayaan. Dan, dengan sejumlah biaya yang dikeluarkan selama proses pendidikan, diharapkan dalam kurun waktu tertentu dapat memberikan benefit tertentu.
d. Model PPBS
PPBS (planning, programming, budgeting system) bermakna bahwa perencanaan, penyusunan program dan penganggaran dipandang sebagai suatu system yang tak terpisahkan satu sama lainnya. PPBS merupakan suatu proses yang komprehensif untuk pengambilan keputusan yang lebih efektif. Beberapa ahli memberikan pengertian, antara lain: Kast Rosenzweig (1979) mengemukakan bahwa PPBS merupakan suatu pendekatan yang sistematik yang berusaha untuk menetapkan tujuan, mengembangkan program-program, untuk dicapai, menemukan besarnya biaya dan alternative dan menggunakan proses penganggaran yang merefleksikan kegiatan program jangka panjang. Sedangkan Harry J. Hartley (1968) mengemukakan bahwa PPBS merupakan proses perencanaan yang komprehensif yang meliputi program budget sebagai komponen utamanya. Berdasarkan kedua pengertian tersebut di atas dapat di simpulkan bahwa:
1. PPBS merupakan pendekatan yang sistematik. Oleh kaena itu, untuk menerapkan PPBS diperlukan pemahaman tentang konsep dan teori system.
2. PPBS merupakan suatu proses perencanaan komprehensif. Penerapannya hanya dimungkinkan untuk masalah-masalah yang kompleks dan dalam organisasi yang dihadapkan pada masalah yang rumit dan komprehensif. Untuk memahami PPBS secara baik, maka perlu kita perhatikan sifat-sifat esensial dari system ini. Esensi dari PPBS adalah sebagai berikut
1. Memperinci secara cermat dan menganalisis secara sistematik terhadap tujuan yang hendak dicapai.
2. Mencari alternative-alternatif yang relevan, cara yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan.
3. Menggambarkan biaya total dari setiap alternative, baik langsung ataupun tidak langsung, biaya yang telah lewat ataupun biaya yang akan dating, baik biaya yang berupa uang maupun biaya yang tidak berupa uanag.
4. Memberikan gambaran tentang efektifitas setiap alternative dan bagaimana alternative itu mencapai tujuan.
5. Membandingkan dan menganalisis alternative tersebut, yaitu mencari kombinasi yang memberikan efektivitas yang paling besar dari suber yang ada dalam pencapaian tujuan ( Jujun S, 1980).
( Fattah, Nanang. 2001, Landasan Manajemen Pendidikan . Bandung, PT. Remaja Rosdakarya, Cetakan kelima.)
LAMPIRAN PASAL PENGANTAR PENDIDIKAN
Sistem Pendidikan Nasional ditetapkan melalui undang-undang berupa Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 dan ditetapkan pada tanggal 27 Maret 1989.
Bab I Ketentuan Umum
Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :
1. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang ;
2. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 ;
3. Sistem pendidikkan nasional adalah satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional ;
4. Jenjang pendidikan adalah suatu tahap dalam pendidikan berkelanjutan yang ditempatkan berdasarkan tingkat perkembangan para peserta didik serta keluasan dan kedalaman bahan pengajaran;
5. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu;
6. Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dalam penyelenggaraan pendidikan;
7. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar;
Bab II Dasar, Fungsi, dan Tujuan
Pasal 2
Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Pasal 3
Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional.
Pasal 4
Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan , kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Bab III. Satuan, Jalur, dan Jenis Pendidikan
Pasal 9
1. Satuan pendidikan menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah.
2. Satuan pendidikan yang disebut sekolah merupakan bagian dari pendidikan yang berjenjang dan bersinambungan.
3. Satuan pendidikan luar sekolah meliputi keluarga, kelompok belajar, kursus, dan satuan pendidikan sejenis.
Pasal 10
1. Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui 2 (dua) jalur yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah.
2. Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar secara berjenjang dan bersinambungan.
3. Jalur pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar yang tidak harus berjenjang dan bersinambungan.
4. Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan.
5. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang tidak menyangkut ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
Bab IV. Peserta Didik
Pasal 23
Pendidikan nasional bersifat terbuka dan memberikan keleluasaan gerak kepada peserta didik.
Pasal 24
Setiap peserta didik pada suatu satuan pendidikan mempunyai hak-hak berikut:
1. mendapat perlakuan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya;
2. mengikuti program pendidikan yang bersangkutan atas dasar pendidikan berkelanjutan, baik untuk mengembangkan kemampuan diri maupun untuk memperoleh pengakuan tingkat pendidikan tertentu yang telah dibakukan;
3. mendapat bantuan fasilitas belajar, beasiswa, atau bantuan lain sesuai dengan persyaratan yang berlaku;
4. pindah ke satuan pendidikan yang sejajar atau yang tingkatnya lebih tinggi sesuai dengan persyaratan penerimaan peserta didik pada satuan pendidikan yang hendak dimasuki;
5. memperoleh penilaian hasil belajarnya;
6. menyelesaikan program pendidikan lebih awal dari waktu yang ditentukan;
7. mendapat pelayanan khusus bagi yang menyandang cacat.
Pasal 25
1. Setiap peserta didik berkewajiban untuk ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku;
1. mematuhi semua peraturan yang berlaku;
2. menghormati tenaga kependidikan;
3. ikut memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban, dan keamanan satuan pendidikan yang bersangkutan.
4. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh Menteri.
BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi hampir seluruh penduduk di dunia khususnya bagi penduduk negara yang berkembang. Karbohidrat berguna untuk mencegah pemecahan protein tubuh yang berlebihan dan membantu metabolisme lemak dan protein.
Ada tiga komponen penting penghasil energi yang sangat di butuhkan bagi setiap manusia : karbohidrat, lemak, dan protein. Khususnya bagi negara Indonesia sendiri yang sangat terkenal dengan gizi buruk sampai saat ini.
Karbohidrat sebagai zat gizi merupakan nama kelompok zat-zat organik yang mempunyai struktur molekul yang berbeda-beda, meski terdapat persamaan-persamaan dari sudut kimia dan fungsinya. Karbohidrat mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya rasa, warna, tekstur, dan lain-lain. Karbohidrat yang terasa manis disebut gula (sakar). Dari beberapa golongan karbohidrat, ada yang sebagai penghasil serat-serat yang sangat bermanfaat sebagai diet (dietary fiber) yang berguna bagi pencernaan manusia.
B.TUJUAN
Tujuan di buat makalah ini tidak lain adalah supaya kita mengetahui kadar karbohidrat yang baik untuk di konsumsi sesuai dengan ketentuannya, sehingga kita tidak terserang penyakit apabila konsumen mengkonsumsinya di antaranya adalah penyakit seperti PEM, obesitas, diabetes mellitus.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. karbohidrat
Karbohidrat adalah bahan makanan pokok bagi manusia yang banyak ditemukan pada serelia ( beras, gandum, kentang dan biji-bijian ) dan merupakan aldehid dan keton atau derivatnya. fungsi utamanya sebagai penghasil energi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Di negara sedang berkembang karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori, bahkan pada daerah-daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju karbohidrat dikonsumsi hanya sekitar 40-60%.
Karbohidrat dibentuk dari CO2 dan air dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun (fotosintesis)
6 CO2 + 6 H2O → C6H12 O6 + 6 O2
Selanjutnya glukosa yang terbentuk di ubah menjadi amilum dan di simpan pada bagian buah atau umbi.
B. Struktur
Karbohidrat sebagai zat gizi merupakan nama kelompok zat-zat organic yang mempunyai struktur yang berbeda-beda, meski terdapat persamaan-persamaan dari sudut kimia dan fungsinya.
Semua karbohidrat terdiru dari unsur-unsur Carbon (C), Hidrigen (H), dan Oksigen (O), yang pada umumnya mempunyai rumus kimia Cn(H2O)n. rumus umum ini memberikan kesan zat karbon yang diikat dengan air (dihidrasi), sehingga di beri nama karbohidrat.Persamaan lain ialah bahwa iktan-ikatan organic yang menyusun kelompok karbohidrat ini berbentuk polyalcohol. Dari sudut fungsi karbohidtat adalah penghasil utama enersi dalam makanan maupun dalam tubuh.
C. Klasifikasi karbohidrat
Berdasarkan molekulnya Karbohidrat yang terdapat pada makanan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
Monosakarida
Monosakarida adalah kaarbihidrat yang terdiri atas satu gugusan gula misalnya : pentosa, glukosa, fruktosa, dan galaktosa.dan merupakan Karbohidrat yang paling sederhana (simple sugar), oleh karena tidak bisa lagi dihidrolisa. Monosakarida larut di dalam air dan rasanya manis, sehingga secara umum disebut juga gula. Penamaan kimianya selalu berakhiran -osa. Dalam Ilmu Gizi hanya ada tiga jenis monosakarida yang penting yaitu, glukosa, fruktosa dan galaktosa.
Glukosa
Terkadang orang menyebutnya gula anggur ataupun dekstrosa. Banyak dijumpai di alam, terutama pada buah-buahan, sayur-sayuran, madu, sirup jagung dan tetes tebu. Di dalam tubuh glukosa didapat dari hasil akhir pencemaan amilum, sukrosa, maltosa dan laktosa.
Glukosa dijumpai di dalam aliran darah (disebut Kadar Gula Darah) dan berfungsi sebagai penyedia energi bagi seluruh sel-sel dan jaringan tubuh. Pada keadaan fisiologis Kadar Gula Darah sekitar 80-120 mg %. Kadar gula darah dapat meningkat melebihi normal disebut hiperglikemia, keadaan ini dijumpai pada penderita Diabetes Mellitus.
Fruktosa
Disebut juga gula buah ataupun levulosa. Merupakan jenis sakarida yang paling manis, banyak dijjumpai pada mahkota bunga, madu dan hasil hidrolisa dari gula tebu. Di dalam tubuh fruktosa didapat dari hasil pemecahan sukrosa.
Galaktosa
Tidak dijumpai dalam bentuk bebas di alam, galaktosa yang ada di dalam tubuh merupakan hasil hidrolisa dari laktosa.
Disakarida
Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua gugusasan gula.disakarida Merupakan gabungan antara 2 (dua) monosakarida, pada bahan makanan disakarida terdapat 3 jenis yaitu sukrosa, maltosa dan laktosa.
Sukrosa
Adalah gula yang kita pergunakan sehari-hari, sehingga lebih sering disebut gula meja (table sugar) atau gula pasir dan disebut juga gula invert. Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.
Sumber: tebu (100% mengandung sukrosa), bit, gula nira (50%), jam, jelly.
Maltosa
Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari dua molekul glukosa. Di dalam tubuh maltosa didapat dari hasil pemecahan amilum, lebih mudah dicema dan rasanya lebih enak dan nikmat. Dengan Jodium amilum akan berubah menjadi warna biru.
Peranan perbandingan amilosa dan amilo pektin terlihat pada serelia; Contohnya beras, semakin kecil kandungan amilosa atau semakin tinggi kandungan amilopektinnya, semakin lekat nasi tersebut.
Pulut sedikit sekali amilosanya (1-2%), beras mengandung amilosa > 2%
Berdasarkan kandungan amilosanya, beras (nasi) dapat dibagi menjadi 4 golongan:
-amilosa tinggi 25-33%
-amilosa menengah 20-25%
-amilosa rendah 09-20%
-amilosa sangat rendah < 9%
Loktosa
Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa. Laktosa kurang larut di dalam air.
Sumber : hanya terdapat pada susu sehingga disebut juga gula susu.
-susu sapi 4-5%
-asi 4-7%
Laktosa dapat menimbulkan intolerance (laktosa intolerance) disebabkan kekurangan enzim laktase sehingga kemampuan untuk mencema laktosa berkurang. Kelainan ini dapat dijumpai pada bayi, anak dan orang dewasa, baik untuk sementara maupun secara menetap. Gejala yang sering dijumpai adalah diare, gembung, flatus dan kejang perut. Defisiensi laktase pada bayi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, karena bayi sering diare. Terapi dengan pemberian formula rendah laktosa seperti LLM, Almiron, Isomil, Prosobee dan Nutramigen, dan AI 110 bebas Laktosa. Formula rendah laktosa tidak boleh diberikan terlalu lama (maksimum tiga bulan), karena laktosa diperlukan untuk pertumbuhan sel-sel otak.
Polisakarida
Merupakan senyawa karbohidrat kompleks, dapat mengandung lebih dari 60.000 molekul monosakarida yang tersusun membentuk rantai lurus ataupun bercabang. Polisakarida rasanya tawar (tidak manis), tidak seperti monosakarida dan disakarida. Di dalam Ilmu Gizi ada 3 (tiga) jenis yang ada hubungannya yaitu amilum, dekstrin, glikogen dan selulosa.
Amilum (zat pati)
Merupakan sumber enersi utama bagi orang dewasa di seluruh penduduk dunia, terutama di negara sedang berkembang oleh karena di konsumsi sebagai bahan makanan pokok. Sumber: umbi-umbian,serealia dan biji-bijian merupakan sumber amilum yang berlimpah ruah oleh karena mudah didapat untuk di konsumsi. Jagung, beras dan gandum kandungan amilurnnya lebih dari 70%, sedangkan pada kacang-kacangan sekitar 40%.
Amilum tidak larut di dalam air dingin, tetapi larut di dalam air panas membentuk cairan yang sangat pekat seperti pasta; peristiwa ini disebut “gelatinisasi”.
Dekstrin
Merupakan zat antara dalam pemecahan amilum. Molekulnya lebih sederhana, lebih mudah larut di dalam air, denganjodium akan berubah menjadi wama merah.
Glikogen
Glikogen merupakan “pati hewani”, terbentuk dari ikatan 1000 molekul, larut di dalam air (pati nabati tidak larut dalam air) dan bila bereaksi dengan iodium akan menghasilkan warna merah. Glikogen terdapat pada otot hewan, manusia dan ikan. Pada waktu hewan disembelih, terjadi kekejangan (rigor mortis) dan kemudian glikogen dipecah menjadi asam laktat selama post mortum. Sumber banyak terdapat pada kecambah, serealia, susu, syrup jagung (26%).
Selulosa
Hampir 50% karbohidrat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan adalah selulosa, karena selulosa merupakan bagian yang terpenting dari dinding sel tumbuh-tumbuhan. Selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, oleh karena tidak ada enzim untuk memecah selulosa. Meskipun tidak dapat dicerna, selulosa berfungsi sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume dari faeses, sehingga akan memperlancar defekasi.
Dahulu serat digunakan sebagai indeks dalam menilai kualitas makanan, makin tinggi kandungan serat dalam makanan maka nilai gizi makanan tersebut dipandang semakin buruk. Akan tetapi pada dasawarsa terakhir ini, para ahli sepakat bahwa serat merupakan komponen penyusun diet manusia yang sangat penting. Tanpa adanya serat, mengakibatkan terjadinya konstipasi (susah buang air besar),
Fungsi serat:
a. Mencegah Penyakit Jantung Koroner
Kolesterol telah lama diduga sebagai penyebab terjadinya aterosklerosis yang akhirnya berakibat timbulnya penyakit jantung koroner. Produk akhir metabolisme kolesterol adalah asam empedu. Serat yang berasal dari makanan sesampainya di saluran pencernaan akan mengikat asam empedu. Dalam keadaan terikat, asam empedu ber sarna-sarna serat dikeluarkan dalam bentuk feses. Dengan dernikian semakin banyak serat dimakan, maka semakin banyak lernak dan kolesterol dikeluarkan.
b. Mencegah kanker pada usus besar
Kanker pada usus besar (kolon) diakibatkan masuknya benda-benda asing ke dalam usus besar, benda-benda asing tersebut akan diubah sifatnya menjadi karsinogenik. Adanya serat kasar yang melalui kolon, mengakibatkan lingkungan rnikroba terganggu sehingga aktifitas mikroba tersebut berkurang.
c. Mencegah penyakit Diabetes
Pernyataan ini didukung oleh suatu penelitian yang dilakukan di Capetown, yang menunjukkan bahwa pada penduduk yang mengkonsumsi serat rata-rata 6,5 gram per hari ditemukan penderita Diabetes sebanyak 3,6 %. Sedangkan penduduk yang makan serat rata-rata 24,8 gram per hari hanya ditemukan 0,05 % penderita. Oleh karena penyakit diabetes sering didapati bersamaan dengan terjadinya obesitas dan obesitas merupakan resam penyakit aterosklerosis, maka pengaturan konsumsi lemak dalam diit penderita perlu diatur secara seksama. Terganggunya penggunaan glukosa oleh tubuh pada penderita diabetes akan mendorong terjadinya proses penggunaan lemak sebagai sumber energi (lipolisis). Hal itu menyebabkan naiknya kandungan asam lemak bebas dalam darah. Biasanya asam lemak bebas itu dalam hati akan diubah secara bertahap menjadi asetil KoA. Akan tetapi pada penderita deabetes, karena kandungan asam lemak itu tidak semuanya diubah menjadi asetil KoA, tetapi sebagian menjadi asam asetoasetat yang kemidian menjadi zat keton. Naiknya konsentrasi zat keton dalam darah akan menyebabkan pH darah menjadi turun, dan akhirnya akan mengakibatkan terjadinya ketoasidosis pada penderita. Kandungan lemak dalam diit penderita diabetes yang dianjurkan berkisar antara 30% -40% kandungan kalori total. lemak yang digunakan haruslah dipilih dari jenis lemak tak jenuh dan kandungan kolesterol seminimal mungkin. Dalam masyarakat indonesia mempunyai pola makanan yang berbeda dengan orang barat. Dimana masyarakat kita cenderung lebih banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak. Kebiasaan lain masih melekat dari masyarakat indonesia adalah kebiasaan ngemil, hal itu bukanlah jelek, tetapi akan mempengaruhi berat badannya.
d. Mencegah penyakit divertikular
Konsumsi serat yang cukup akan menghasilkan feses yang lembut sehingga dengan konstraksi otot yang rendah (< 10 mm Hg) feses dapat dikeluarkan dengan lancar. Apabila konsurnsi serat berkurang, maka volume kotoran menjadi kecil-kecil dan keras (seperti feses kambing), sehingga untuk membuangnya membutuhkan konstraksi otot yang lebih besar (tekanan bisa mencapai > 90 mm Hg). Apabila tekanan kuat tersebut berlangsung berulang ulang setiap hari dalam jangka waktu yang lama, maka otot-otot kolon menjadi lelah dan lemah. Keadaan ini menyebabkan penyakit “divertikular”, yaitu penonjolan bagian luar usus berbentuk bisul yang kadang-kadang disertai peradangan yang dapat menimbulkan infeksi.
e. Mencegah kegemukan
Dengan adanya serat, maka penyerapan karbohidrat, lemak dan protein menjadi ber kurang. Serat mampu memberikan perasaan kenyang dalam waktu yang cukup lama. Obesitas adalah suatu keadaan yang melebihi dari berat badan relatif seseorang sebagai akibat penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein atau sering dikenal kelebihan lemak dalam tubuh. Secara klasik obesitas telah diidentifikasi sebagai bobot yang lebih besar dari 20% bobot yang layak bagi pria dan wanita untuk tinggi tertentu. Obesitas berarti lemak tubuh yang membahayakan kesehatan, sedangkan overweight menggambarkan kelebihan dibandingkan berat badan normal. Obesitas dan overweight dapat memicu beberapa penyakit seperti jantung koroner, diabetes mellitus, stroke, tekanan darah tinggi, asam urat dan dislipidemia. Obesitas dan overweight yang tidak ditangani secara cepat akan meningkatkan penyakit penyerta, memendeknya usia harapan hidup serta merugikan dari sisi hilangnya produktifitas pada usia produktif. Sumber serat yang baik adalah sayuran, buah-buahan, serealia dan kacang-kacangan. Memakan sayuran dan buah-buahan dalam jumlah yang banyak. Produk makanan hewani, seperti daging, ikan susu dan telur serta basil-basil olahannya, umumnya mengandung serat dalam jumlah yang sedikit. Sayuran yang banyak mengandung serat adalah, bayam, kangkung, buncis, daun beluntas, daun singkong, kacang panjang, daun katuk, daun kelor, sawi, kecipir, kol dan lain-lain. Buah-buahan yang banyak mengandung tinggi serat adalah, alpukat, belimbing, srikaya, cempedak, nangka, durian, jeruk, kedondong, kemang, mangga, nenas dan sebagainya.
Seralia yang kaya serat adalah beras, jagung, jali dan jewawut. Beras giling mernpunyai kadar swerat dan vitamin (khususnya vitamin B I) lebih rendah dari beras turnbuk, karena itu memilih beras sebaiknya jangan yang terlalu bersih (putih). Kacang-kacangan yang banyak mengandung serat adalah kacang bogar, kacang merah, kacang ijo, kedele, serta kacang-kacangan lainnya.
Sumbangan yang berasal dari karbolridrat pada berbagai makanan dapat dilihat pada tabel. 1 dan 2. Sumber utama karbohidrat yang dapat di cerna berasal dari nabati. Makanan yang berasal dari tanaman ini juga merupakan satu-satunya sumber serat.
TABEL 1 Derajat kemanisan
Sebagai standart sukrosa 100
Fruktosa 173
Sukrosa 100
Glokosa 74
Galaktosa 32
Maltosa 32
Laktosa 16
TABEL 2 Bahan makanan sumber karbohidrat
Bahan makanan KH……gr/100 bahan
Beras 76-80
Singkong 35
Gaplek 81
Ubi rambat 28
Jagung 64-74
Kentang 19
Gandum(terigu 77
Sagu 85
Tabel 3 sumber karbohidrat yang berasal dari hewani dan nabati
Bahan pangan KH terutama dalam bentuk Persen energi berasal dari KH
HEWANI
IKAN - Dapat diabaikan
KERANG-KERANGAN
TIRAM Glikogen 20-25
KEPITING
UDANG Glikogen 2-4
DAGING - Dapat diabaikan
HATI(BERBAGAI HEWAN) Glikogen 10
SUSU
SAPI Laktosa 30-50
ASI Laktosa 50
NABATI
BIJI-BIJIAN Pati 65-90
KENTANG Pati 80
BUAH-BUAHAN Fluktosa,glukosa,sukrosa 80-95
SAYUR-SAYURAN Sukrosa,Amilum 60-90
JAMUR Amilum 40-50
D. Fungsi karbohidrat di dalam tubuh
1. Fungsi utamanya sebagai sumber enersi (1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori) bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh. Sebagian dari karbohidrat diubah langsung menjadi enersi untuk aktifitas tubuh, clan sebagian lagi disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan di otot. Ada beberapa jaringan tubuh seperti sistem syaraf dan eritrosit, hanya dapat menggunakan enersi yang berasal dari karbohidrat saja.
2. Melindungi protein agar tidak dibakar sebagai penghasil enersi.
Kebutuhan tubuh akan enersi merupakan prioritas pertama; bila karbohidrat yang di konsumsi tidak mencukupi untuk kebutuhan enersi tubuh dan jika tidak cukup terdapat lemak di dalam makanan atau cadangan lemak yang disimpan di dalam tubuh, maka protein akan menggantikan fungsi karbohidrat sebagai penghasil enersi. Dengan demikian protein akan meninggalkan fungsi utamanya
3. Membantu metabolisme lemak dan protein dengan demikian dapat mencegah terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.
4. Di dalam hepar berfungsi untuk detoksifikasi zat-zat toksik tertentu.
5. Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus di dalam tubuh. Laktosa rnisalnya berfungsi membantu penyerapan kalsium. Ribosa merupakan merupakan komponen yang penting dalam asam nukleat.
6. Selain itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, mengandung serat (dietary fiber) berguna untuk pencernaan, memperlancar defekasi.
E. Sumber Karbohidrat
Sumber utama karbihidrat di dalam makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan, dan hanya sedikit saja yang termasuk bahan makanan hewani. Di dalam tumbuhan karbohidrat mempunyai dua fungsi utama, ialah sebagai simpanan enersi dan sebagai penguat struktur tumbuhan tersebut. Yang merupakan suber enersi yana terutama terdapat dalam bentuk zat tepung (amilum) dan zat gula (monosakarida) timbunan zat tepung terdapat dalam biji, akar dan batang. Gula terdapat dalam daging buah atau di dalam cairan tumbuhan di dalam batang.
Karbohidrat nabati di dalam makanan manusia terutama berasal dari timbunan, yaitu biji, batang dan akar. Sumber yang kaya akan karbohidrat merupakan bahan makanan pokok.
Ada pula jenis-jenis yang mengadung cukup banyak karbohidrat seperti pisang, sawo, nangka, sukun, dan klewih. Kacang-kacangan juga banyak mengandung karbohidrat tetapi biasanya tidak dapat di konsumsi dalam jumlah yang besar.
F. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan Karbohidrat
1. Penyakit kurang kalori dan protein (KKP)
Adalah penyakit kekurangan kalori dan protein, disertai susuna hidangan yang tidak seimbang. Penyakit KKP ini pada umumnya menyerang anak-anak yang sedang tumbuh, dan dapat pula menyerang pada orang dewasa yang kekurangan makan secara menyeluruh.
2.Penyakit kegemukan atau obesitas.
Kondisi ini di sebabkan oleh ketidakseimbangna antara konsumsi kalori dan kebutuhan enersi, di mana konsumsi terlalu berlebih di bandingkan dengan kebututhan atau pemakaian enersi (energy expenditure).
3. Diabetes Melitus, Penyakit Gula, penyakit kencing manis
Penyakit diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang bersangkutan dengan karbohidrat glukosa. Dasar dari penyakit ini adalah defisiensi hormone insulin. Hormone yang di hasilkan oleh sel-sel beta di dalam pulau-pulau Langerhans di dalam kelenjar pankreas ini mengatur metabolisme glukosa.
4. Lactose Intolerance
Penyakit ini juga merupakan gangguan metabolic ynag mengenai disakarida laktosa. Pada penderita penyakit lactose intolerance terdapat enzim lactase karena sintesanya mengurangi atau tidak di sintesa sama sekali.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.KESIMPULAN
Karbohidrat adalah aldehid dan keton polihidroksi atau derivatnya dan karbihidrat merupakan bahan makanan pokok bagi manusia ynag banyak di temuka pada serelia terdiri dari unsure Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O). karbohidrat berasal dari tumbuhan pada umumnya dan hewan. Fungsi utama karbohidrat dalam tubuh salah satu sumber utama dari 3 sumber yaitu karbohidrat, lemak, dan protein.
B. SARAN
Setelah kita mengetahui lebih jauh tentang karbohidrat baik dari dari fungsi, pembagian dan penyakit. Kita harus lebih hati-hati dalam mengkonsumsi karbohidrat karena pabila kekurangan atau kelebihan karbohidrat dapat menyebabkan suatu penyakit di antaranya, KKP, kegemukan (obesitas, diabetaes mellitus dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
Soedioetama, Djaenni.1976. Ilmu Gizi. Dian Rakyat. Jakarta
Krisno, Agus. 2002. Dasar-dasar Ilmu Gizi. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang
Anonymous,2002. Karbohidrat.www.indomedia.com. diakses 12-03-2008
Sediaoetama, achmad djaeni.2005. Ilmu Gizi.Universitas Indonesia.
Djojosoebagio, wiranda piliang soewondo.2006.Fisiologi Nutrisi. Jakrata
BAB I
IDENTIFIKASI
A. Ayah :
• Nama : Agus Priyanto
• Umur : 48 tahun
• Pekerjaan : Swasta
• Pendidikan : SMA
B. Ibu :
• Nama : Sulistiawati
• Umur : 43 tahun
• Pekerjaan : Swasta
• Pendidikan : SMA
C. Anak :
• Nama : Pebri Saputra
• Jenis Kelamin : Laki-Laki
• Umur : 4,8 tahun
• Pendidikan : Belum Sekolah
BAB II
KASUS
A. DESKRIPSI KASUS :
Pebri yang berusia 4,8 tahun ini dalam usia tersebut dia belum dapat berkomunakasi atau berbicara dengan baik layaknya anak yang seumuran dengan dia, sehingga ia mengalami kesulitan dalam mengungkapkan kebutuhannya melalui kata-kata, lebih senang meminta melalui isyarat tangan atau menunjuk. Kalau di panggil namanya jarang sekali merespon atau menoleh, dengan kata lain tidak memberikan respon terhadap kata-kata, bersikap seolah-olah tuli. Tapi kadang kala juga ada respon. Terkadang dia melukai dirinya sendiri apabila sesuatu yang diinginkannya tidak diperoleh. Sulit bergabung dengan anak-anak yang lain Tertawa sering tidak pada tempatnya.
Dia sering terpaku pada benda tertentu, sangat tergantung kepada benda yang sudah dikenalnya dengan baik. Sangat suka sekali dengan acara Iklan di TV. Sesekali kalau ada iklan yang lucu diapun ikut tertawa. Dan apabila ada iklan di TV yang menampilkan gambar macan yang mengaung diapun takut dan nangis. Dia senang dengan berlari lari sendiri dan memang kesehariannya dia jarang bermain dengan anak-anak atau teman yang seusia dengan dia, karena dia lebih suka menyendiri. Tertawa sering tidak pada tempatnya. sedangkan istri saya sendiri jarang mengajak berkomunikasi dengan anak saya. jadi lebih banyak berinteraksi dengan TV. Mengenai mainan yang ada dia juga senang dengan mobil mobilan.
B. KAJIAN PUSTAKA :
Autisme adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks, yang biasanya muncul pada usia 1-3 tahun. Tanda-tanda autisme biasanya muncul pada tahun pertama dan selalu sebelum anak berusia 3 tahun. Autisme 2-4 kali lebih sering ditemukan pada anak laki2.
Gangguan-gangguan pada anak autis :
1. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik.
• Minimal harus ada dua dari gejala-gejala di bawah ini. Tak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai:
kontak mata sangat kurang, ekspresi muka kurang hidup, gerak-gerik kurang tertuju.
• Tidak bisa bermain dengan teman sebaya. Tak ada empati (tak dapat merasakan apa yang dirasakan oranglain).
• Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional yang
timbal balik.
2. Gangguan kualitatif dalam bidang komunikasi. Minimal harus adasatu dari gejala-gejala di bawah ini:
• Perkembangan bicara terlambat atau sama sekali tak berkembang.Anak tidak berusaha untuk berkomunikasi secara non-verbal. Bila anak bisa bicara, maka bicaranya tidak dipakai untuk berkomunikasi.
• Sering menggunakan bahasa yang aneh dan diulang-ulang.
• Cara bermain kurang variatif, kurang imajinatif, dan kurang dapat meniru.
3. Adanya suatu pola yang dipertahankan dan diulang-ulang dalam perilaku, minat, dan kegiatan. Minimal harus ada satu dari gejala di bawah ini:
• Mempertahankan satu minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan.
• Terpaku pada suatu kegiatan yang ritualistik atau rutinitas yang tidak ada gunanya.
• Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan diulang-ulang.
• Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian benda.
Sebelum umur 3 tahun tampak adanya keterlambatan atau gangguan dalambidang:
a. interaksi sosial,
b. bicara dan berbahasa,
c. cara bermain yang monoton, kurang variatif.
Autis bukan disebabkan oleh Sindroma Rett atau Gangguan. Disintegratif Masa Kanak. Namun, kemungkinan kesalahan diagnosis selalu ada, terutama pada autis ringan. Hal ini biasanya disebabkan karena adanya gangguan atau penyakit lain yang menyertai gangguan autis yang ada, seperti retardasi mental yang berat atau hiperaktivitas.
Autis memiliki kemungkinan untuk dapat disembuhkan, tergantung dari
berat tidaknya gangguan yang ada. Berdasarkan kabar terakhir, diIndonesia ada 2 penyandang autis yang berhasil disembuhkan, dan kini dapat hidup dengan normal dan berprestasi. Di Amerika, dimana penyandang autis ditangani secara lebih serius, persentase kesembuhannya lebih besar.
Autis bisa kelihatan dari anak berumur 6 bulan. Tanda2 awal, adalah saat kita panggil dia tidak sama sekali merespon, tidak ada tanggapan. Pokoknya kalau sudah begitu kita harus sedkit waspada untuk segera konsultasi ke DSA.
Sifat-sifat yang biasa ditemukan pada anak autis:
# Sulit bergabung dengan anak-anak yang lain
# Tertawa atau cekikikan tidak pada tempatnya
# Menghindari kontak mata atau hanya sedikit melakukan kontak mata
# Menunjukkan ketidakpekaan terhadap nyeri
# Lebih senang menyendiri, menarik diri dari pergaulan, tidak membentuk hubungan pribadi yang terbuka
# Jarang memainkan permainan khayalan
# Memutar benda
# Terpaku pada benda tertentu, sangat tergantung kepada benda yang sudah dikenalnya dengan baik
# Secara fisik terlalu aktif atau sama sekali kurang aktif
# Tidak memberikan respon terhadap cara pengajaran yang normal
# Tertarik pada hal-hal yang serupa, tidak mau menerima/mengalami perubahan
# Tidak takut akan bahaya
# Terpaku pada permainan yang ganjil
# Ekolalia (mengulang kata-kata atau suku kata)
# Tidak mau dipeluk
# Tidak memberikan respon terhadap kata-kata, bersikap seolah-olah tuli
# Mengalami kesulitan dalam mengungkapkan kebutuhannya melalui kata-kata, lebih senang meminta melalui isyarat tangan atau menunjuk
# Jengkel/kesal membabi buta, tampak sangat rusuh untuk alasan yang tidak jelas
# Melakukan gerakan dan ritual tertentu secara berulang (misalnya bergoyang-goyang atau mengepak-ngepakkan lengannya)
# Anak autis mengalami keterlambatan berbicara, mungkin menggunakan bahasa dengan cara yang aneh atau tidak mampu bahkan tidak mau berbicara sama sekali. Jika seseorang berbicara dengannya, dia akan sulit memahami apa yang dikatakan kepadanya. Anak autis tidak mau menggunakan kata ganti yang normal (terutama menyebut dirinya sebagai kamu, bukan sebagai saya).
# Pada beberapa kasus mungkin ditemukan perilaku agresif atau melukai diri sendiri.
# Kemampuan motorik kasar/halusnya ganjil (tidak ingin menendang bola tetapi dapat menyusun balok).
Gejala-gejala tersebut bervariasi, bisa ringan maupun berat. Selain itu, perilaku anak autis biasanya berlawanan dengan berbagai keadaan yang terjadi dan tidak sesuai dengan usianya.
Penyebab Autisme Anak
Sepuluh tahun yang lalu penyebab autisme belum banyak diketahui dan hanya terbatas pada faktor psikologis saja. Tetapi sekarang ini penelitian mengenai autisme semakin maju dan menunjukkan bahwa autisme mempunyai penyebab neurobiologist yang sangat kompleks. Gangguan neurobiologist ini dapat disebabkan oleh interaksi faktor genetik dan lingkungan seperti pengaruh negatif. Banyak faktor yang menyebabkan pengaruh negatif selama masa perkembangan otak , antara lain ; penyakit infeksi yang mengenai susunan saraf pusat, trauma, keracunan logam berat dan zat kimia lain baik selama masa dalam kandungan maupun setelah dilahirkan, gangguan imunologis, gangguan absorpsi protein tertentu akibat kelainan di usus
Gen Penyebab Autis Ditemukan
Setelah sekian lama dinanti akhirnya para ilmuwan berhasil menemukan gen penyebab autisme setelah melakukan pengamatan terhadap 1200 keluarga yang memiliki riwayat keturunan anak autis.
Sebelum ini banyak spekulasi yang beredar mengenai penyebab autis, baik karena faktor genetik, lingkungan, hingga imunisasi. Namun itu pun tidak bisa menjelaskan faktor spesifik penyebab gangguan autistik pada seorang anak.
Untuk menjawab misteri tersebut, para ilmuwan melakukan riset terhadap 1200 keluarga dengan melibatkan 120 ilmuwan dari 50 lembaga di lebih dari 19 negara. Bisa jadi ini merupakan penelitian terbesar yang pernah dilakukan di dunia.
Seperti dilaporkan dalam jurnal Nature Genetics, penelitian ini berhasil menemukan kromosom 11 dan gen khusus yang bernama neurexin 11 sebagai biang keladi penyebab autis. Sebelumnya para ahli menduga kesalahan dalam cetak biru genetis sebagai penyebab autis.
Di dalam sel manusia, DNA ada di dalam inti sel dan mitokondria. Di dalam inti sel, DNA membentuk untaian kromosom. Setiap sel manusia normal memiliki 46 kromosom yang terdiri dari 22 pasang kromosom somatik dan sepasang kromosom seks.
Neurexin merupakan bagian dari keluarga gen yang membantu komunikasi sel syaraf. Nah, menurut para ilmuwan gen ini memainkan peran penting dalam terjadinya sindrom autis.
Penelitian yang cukup fenomenal ini dimulai sejak tahun 2002 ketika para ilmuwan dari seluruh dunia mengumpulkan hasil penelitian mereka. Penelitian ini kemudian diberi nama Autism Genome Project.
Dalam risetnya, tim peneliti menggunakan teknologi chip gen untuk melihat kesamaan genetik di antara orang-orang autis. Teknologi ini dikembangkan oleh organisasi nirlaba Autism Speak dan departemen kesehatan Amerika Serikat.
Meski menyambut gembira hasil penemuan ini, namun menurut Profesor John Burn dari Institute of Human Genetic di universitas Newcastle, AS, penyebab autis sangat rumit. "Penyebabnya karena interaksi antara beberapa gen, sehingga jika satu gen berhasil ditemukan belum cukup untuk menjawab teka-teka ini. Tapi hasil ini bisa menjadi langkah yang terang untuk pengembangan obat yang spesifik," katanya.
Biro sensus Amerika mendata di tahun 2004 ada 475.000 penyandang autis di Indonesia. Ditengarai, setiap hari, satu dari 150 anak yang lahir menderita autis. Padahal, pada tahun 1970-an anak penyandang autis satu dibanding 10.000 kelahiran.
C. SEBAB-SEBAB KASUS :
Pebri terkena autis disebabkan oleh adanya faktor gen. Pada usia 1 tahun pebri sudah terkena penyakit autis ringan, hal ini disebabkan karena pada usia tersebut ia mengalami demam panas yang tinggi yang menyebabkan adanya gangguan autis yang ada.
Selain itu kurangnya perhatian dari orang tua, karena orang tuanya sibuk bekerja, sehingga perhatian yang diberikan untuk pebri hanya sedikit, sehingga orang tuanya jarang mengajak dia berkomunikasi. Dia lebih sering berinteraksi dengan TV dan minan-mainan kesukaannya, misalnya mobil-mobilan. Dia hanya ditemani oleh neneknya.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Pebri Saputra mengalami penyakit autis karena disebabkan oleh adanya faktor gen dari orang tua. Sejak usia 1 tahun, ia telah terkena autis eruingan mengalami demam panas yang tinggi yang yang menyebabkan adanya gangguan autis yang ada. Selain itu kurangnya faktor perhatian dan interaksi dari orang tua.
B. SARAN
Sebaiknya para orang tua harus memberikan perhatian yang cukup terhadap anak, sehingga mereka tahu bagaimana perkembangan anak yang sesuai dengan usianya, misalnya dari cara anaknya berbicara, perkembangan emosionalnya serta kemampuan anak dalam berinteraksi dengan teman-temannya, sehingga apabila terdapat suatu kelainan atau keanehan pada sikap yantg ditimbulkan oleh anaknya, hal tersebut dapat ditangani dengan cepat.
DAFTAR PUSTAKA
http://www. angelfire.com/mt/matrixs/psikologi.htm#Mengenal%20Autisme Dokter Sehat
© Dr.SuriViana- www.infoibu.com
www.parenting.co.id © 2009 Hak Cipta Oleh Parenting Indonesia
www.bbc.com
